Alur Cerita Chapter Naruto Shippuden 671 : "Naruto dan Rikudou Sennin"
Rikudo Sennin tersenyum menatap Naruto. Ia melihat jelas chakra Ashura berada pada Naruto, sebuah chakra yang dahsyat.
Masa lalu yang berhubungan dengan masa kini.
“Aku bisa melihat dengan jelas… chakra Ashura mengalir dalam tubuhmu”
Naruto mulai menyadari keberadaan Ashura, ia mulai merasakan chakra tersebut.
Rikudo Sennin menyadari sesuatu dari reaksi yang Naruto alami itu.
“Melihat kau tidak begitu terkejut, aku pikir kau memang telah merasakan keberadaan Ashura dalam dirimu?”
Naruto hanya diam saja menanggapi perkataan Rikudo Sennin, tetapi tatapan mukanya terlihat bahwa ia setuju atas perkataan itu.
Rikudo Sennin pun melanjutkan perkataannya.
“Jadi begitu… Jika seperti itu, kau pastinya telah tahu… Indra bereinkarnasi menjadi…”
Naruto merenungkan perkataan Rikudo Sennin itu. Ia pernah merasakan apa yang dikatakan kakek tua itu sebelumnya dan dia menjawab…
“Sasuke…”
Naruto menatap tajam Rikudo Sennin.
Sebelumnya, Naruto pernah merasakan kehadiran Indra dalam tubuh Sasuke. Ia merasakannya ketika pertemuan kelima kage dilaksanakan. Saat itu, teman-temannya berkumpul dan menanyai Naruto tentang Sasuke.
Saat itu adalah perkataan Shikamaru pada Naruto.
“Saat pertemuan kelima kage… Jika Sasuke begitu melemah karena bertarung melawan kelima kage… Mengapa kau tidak mengalahkannya saat itu juga?”
Tetapi, Sakura berteriak membela Naruto.
“Madara juga ada disana! Tidak semudah seperti berbicara… Juga…”
Tetapi, Kiba memotong perkataannya. Naruto hanya menoleh tanpa bereaksi apa-apa pada Kiba yang sedang tiduran berada di atas sebuah balok kayu bersama Akamaru.
“Kau tetap tidak boleh membiarkannya kabur! Naruto… Kau kuat… Kau adalah seseorang yang mengalahkan Pain! Seseorang seperti Sasuke adalah…”
Naruto tidak setuju atas perkataan Kiba itu. Ia menunduk memikirkan sesuatu dan merenungkan apa yang baru saja terjadi.
“Itu tidak benar… Aku tidak bisa mengalahkan Sasuke sekarang hanya dengan itu… Aku tahu itu”
Saat itu, Naruto tersadar bahwa ia pernah mengucapkan perkataan itu.
“Dalam dirinya juga ada…”
Tentunya, di dalam diri Sasuke ada sosok yang selama ini menjadi misterius.
Naruto meyakinkan jawabannya kepada Rikudo Sennin.
“Itu benar, kan?”
Rikudo Sennin setuju atas jawaban itu.
“Ya. Jadi kau telah menyadarinya”
Naruto mulai bertanya hal yang membuatnya penasaran.
“Bahkan sebelum Sasuke dan aku, ada juga… Bagaimana kau menyebutnya.. ‘pewaris’? Apa yang terjadi pada mereka?”
Rikudo Sennin mulai menjawab pertanyaan itu.
“Pewaris dari generasi sebelumnya adalah Senju Hashirama dan Uchiha Madara.. Hashirama adalah Ashura, Madara Indra. Aku yakin kau tahu apa yang terjadi pada mereka”
Rikudo Sennin menjelaskan tentang pertarungan Hashirama dan Madara dahulu disebabkan karena warisan di dalam tubuh mereka.
Tetapi, sesuatu terjadi sesudah itu… Madara memasukan sel Hashirama ke dalam tubuhnya.
“Namun, Madara menyebabkan masalah sebelum pewarisan selesai. Dia begitu terobsesi dengan kekuatan dan mengambil sel Hashirama ke dalam tubuhnya. Dengan kata lain, dia mencampurkan chakra Indra dengan bagian dari chakra Ashura… Dengan itu, ia membangkitkan chakraku. Itulah cara ia membangkitkan Rinnegan”
Sesuatu seperti itu juga mengingatkan apa yang diwarisi Uchiha, yaitu batu peninggalan Rikudo itu sendiri.
“Aku pikir tidak ada dari Indra atau salah satu reinkarnasinya yang mau melakukan itu. Aku meninggalkan batu monument itu, jadi orang-orang bisa mempertimbangkannya”
Rikudo Sennin tampak kecewa akan hal itu.
“Tapi, sepertinya tidak bekerja…”
Dengan cerita seperti itu, Naruto telah sampai pada kesimpulannya sendiri tentang Rikudo Sennin itu.
“Jadi intinya… kau telah menyaksikan anak-anakmu bertarung hingga sekarang?”
“Sepertinya begitu.”
Rikudo Sennin setuju atas perkataan Naruto itu. Naruto tampak sedih atas kondisi kakek tersebut, atas apa yang telah ia lalui selama ini.
“Begitu…”
Rikudo Sennin mulai menjelaskan lagi tentang ibunya yang mengerikan.
“Dalam Ninshuu, aku menjelaskan bahwa chakra menghubungkan orang-orang. Aku percaya bahwa itu tidak akan digunakan untuk meninggakatkan kekuatan dalam satu individu. Ibuku, Kaguya, setelah menyelesaikan pemberontakan… berlanjut mengendalikan dunia dengan kekuatannya. Namun, kekuatan ibuku menimbulkan kesombongan dan orang-orang mulai takut akan hal itu.”
Rikudo Sennin melanjutkan ceritanya.
“Ibuku, yang dipanggil Dewi Kelinci… Akhirnya ditakuti sebagai iblis. Jika satu orang memiliki terlalu banyak kekuatan, mereka akan terobsesi dan hilang kendali. Itulah yang terjadi pada Madara sekarang… Tepat seperti ibuku, Kaguya. Sekarang, pewarisan Indra telah usai dan dia menggunakan kekuatan Juubi untuk berusaha semakin dekat dengan kekuatanku dan ibuku”
Rikudo Sennin kembali menjelaskan tentang ibunya, kali ini adalah kekuatan sebenarnya yang ia miliki.
“Tsukuyomi tak terbatas bukan hanya sebuah genjutsu… Ketika terus menerus menunjukan mimpi kepada orang-orang, itu juga menggunakan kekuatan mereka dengan membiarkan mereka hidup.”
Tsukuyomi adalah genjutsu yang digunakan dengan menarik semua orang dan mengikatnya dalam akar Shinjuu.
Rikudo Sennin kembali melanjutkan perkataannya.
“Jika kita tidak menghentikannya, itu akan menjadi akhir dunia. Dengan akar dari pohon suci, mereka akan hidup sebagai budak dari genjutsu. Ibuku, selain Byakugan, ia juga memiliki kekuatan Sharingan. Itu adalah kekuatan yang mengerikan dan dia menggunakannya kepada orang-orang. Ketika chakra menjadi satu, buah chakra yang lain akan terlahir… Jika kita tidak menghentikannya, maka itu akan menjadi akhir dunia.”
Rikudo Sennin semakin berfokus pada Naruto. Dia terdiam sejenak untuk berpikir, lalu ia melanjutkan perkataannya lagi.
“Aku mau kau menghentikan Madara. Tidak seperti pewaris sebelumnya, kau sedikit bodoh dan aneh. Aku pikir dengan itu bisa membuat perbedaan.”
Rikudo Sennin tersenyum pada diri Naruto.
Naruto menerima dengan baik perkataan Rikudo Sennin itu, ia hanya tersenyum mendengar hal tersebut.
“Walaupun dunia yang kau saksikan selama ini menjadi kacau… Kau masih percaya pada kami, terima kasih”
Rikudo Sennin terdiam mendengar perkataan itu.
Rikudo Sennin melanjutkan perkataannya.
“Jangan berterima kasih padaku… Aku tidak layak untuk itu, dunia yang sekarang menginginkan Indra… tidak, metode ibuku. Jika itu adalah hal yang natural, maka itu berarti aku egois mencoba untuk menghentikannya atas alasan pribadiku. Dengan melihat perlakuan pada Bijuu sekarang… Tentunya jelas mereka digunakan sebagai senjata bukan untuk memperbaiki keseimbangan dan perdamaian dunia. Mungkin aku terlalu polos”
Rikudo Sennin menyesali semua yang ia lakukan selama ini. Tetapi, Naruto menghiburnya.
“Tidak! Kau tidak salah”
Tiba-tiba, sesuatu datang dari dalam genangan air, sesuatu seperti benda padat keluar dan berkata pada Rikudo Sennin.
“Kau benar, kakek!”
Ya, itu adalah Shukaku.
Naruto terkejut melihat Shukaku datang ke dalam dimensinya.
“Ah! Shukaku Gaara!? Mengapa kau ada di dalamku!?”
Kemudian yang lainnya juga datang, itu adalah Gyuuki dan ia menjawab pertanyaan Naruto.
“Obito… Memutuskan untuk mengambil bagian chakra kami dari Madara. Dia tahu berapa banyak kekuatan Bijuu yang kau butuhkan sekarang. Orang itu..”
Naruto terkejut mendengar hal tersebut.
“Obito melakukan semua ini!?”
Satu lagi datang ke dalam tubuh Naruto, yaitu Yin Kurama.
Dia berkata pula pada Naruto dan Rikudo Sennin.
“Banyak yang terjadi, aku juga bisa masuk ke dalam dirimu. Sekarang, semua chakra Bijuu telah memasuki tubuhmu, Naruto!”
Naruto terkejut dan juga menoleh ke arah Kurama.
“Ah! Bahkan bagian lainnya dari diri Kurama!?”
Kurama juga menyambut Rikudo Sennin dengan senang.
“Waktu dari janji itu telah datang, kakek”
Rikudo Sennin tersenyum pada perkataan Kurama.
“Itu benar, Kurama… Seperti yang Gamamaru prediksikan… Anak bermata biru akan memanggil nama dari kesembilan Bijuu dan bermain bersama mereka…”
Naruto bingung atas perkataan Rikudo Sennin, tetapi Rikudo Sennin melanjutkan perkataannya pada Naruto.
“Kau sepertinya memiliki sesuatu yang menarik orang-orang kepadamu. Aku bisa mengerti mengapa kau bisa memanggil jiwaku.. Dan juga mengapa Ashura memilih untuk bereinkarnasi dalam dirimu”
Kemudian, Rikudo memanggil semua nama Bijuu tersebut.
“Shukaku.. Matatabi.. Isobu.. Son Goku.. Kokuou.. Saiken.. Choumei.. Gyuuki.. Kurama”
Sesuatu terjadi ketika ia mengatakan itu, para Bijuu berkumpul di sekeliling Naruto dan Rikudo Sennin.
“Waktunya telah tiba untuk sang anak dalam ramalan mengubah dunia”
Naruto begitu terkagum melihat mereka semua berkumpul.
Rikudo Sennin bertanya pertanyaan serius pada Naruto.
“Apa yang kau ingin lakukan, Naruto? Aku ingin tahu pendapatmu yang paling jujur. Bagaimana kau mau pertarungan ini berakhir?”
Naruto menjawab pertanyaan Rikudo Sennin setelah terdiam sejenak.
“Mungkin aku sangat menyerupai Ashura. Hal yang berbeda hanyalah aku adalah anak yang bodoh dan banyak hal yang tidak kuketahui. Tapi aku tahu, apa itu teman dan aku mau melindungi mereka semua, itu saja”
Sesuatu yang Naruto katakan, adalah sesuatu yang Sasuke juga katakana. Rikudo Sennin berbicara pada dua dimensi yang berbeda, dalam pikiran Naruto dan Sasuke.
“Apa itu jawabanmu?”
Mereka berdua menjawab.
“Ya”
Rikudo Sennin kembali berkata, tetapi kali ini dalam pikiran Sasuke.
“Dimasa lalu, aku tinggalkan semua untuk Ashura dan tidak cukup memperhatikan Indra. Itulah penyebab dari semua kekacauan ini. Angkat tanganmu, aku akan memberikan kekuatanku padamu, reinkarnasi Indra”
Begitu pula, Rikudo Sennin berkata dalam pikiran Naruto yang menjawab hal yang sama seperti Sasuke.
“Ini adalah keputusanku. Mulai dari sekarang, Naruto dan Sasuke.. Kalian akan menjadi seseorang yang memilih dan memutuskan apa yang harus dilakukan.”
Naruto tersenyum dan menjawab perkataan Rikudo Sennin itu.
“Sasuke dan aku bukanlah saudara, tapi aku pikir kami bisa menciptakan perdamaian. Kita adalah teman baik, kau tahu”
Rikudo Sennin tersenyum pada mereka berdua dalam dua pikiran yang berbeda. Ia memberikan tongkatnya kepada Naruto dan Sasuke.
Naruto menerima tongkat dengan lingkaran penuh dan cincin-cincin, dan Sasuke menerima tongkat bulan sabit.
Sesuatu terjadi seperti saat dahulu ia melatih Indra dan Ashura.
Sesuatu muncul di belakang Rikudo Sennin seperti aliran chakra membentuk seseorang. Matahari berada pada sisi Naruto dan bulan sabit berada pada sisi Sasuke yang dimana sang orang tersebut mengulurkan tangannya pada mereka berdua.
Sementara itu dalam pertarungan, Gai terdesak karena Madara tidak kunjung kalah dengan tekniknya itu.
Kakashi dan Gaara terkejut pada pertarungan itu.
Madara masih tersenyum walaupun pakaiannya telah rusak dan dia telah mengeluarkan darah pada mulutnya.
“Sekizo… Tidaklah cukup, bukan..? Hahaha… Itu bagus!”
[Aku harus menggunakan… Night Moth…!!! Disaat paling akhir…!!]
Gai memikirkan suatu rencana saat sedang sekarat.
Ia terus mencoba sesuatu lagi.
Dikatakan, Gai akan menusuk menembus Madara dengan teknik terakhirnya.

0 komentar:
Posting Komentar